Kisahku di Napak Tilas Banjarnegara 2009

Akhirnya legaaa….

Napak Tilas yang telah direncanakan selama lebih dari 3 bulan dan dilaksanakan hanya 3 hari akhirnya selesai juga. Suka duka dan hal-hal yang tak terduga telah terjadi selama 24 – 26 Desember 2009. Alhamdulillah dengan kekompakan Panitia semuanya berjalan dengan lancar. Bravo Sekber PAB….

Rabu, 23 Desember 2009

Pagi hari aku masih berangkat bekerja.

Tim Advance telah berangkat ke lokasi START di Tunggoro dan siap menerima pendaftaran peserta di lokasi START, tepatnya di Balai Desa Tunggoro. Selain itu juga Tim Advance mempersiapkan lokasi untuk penginapan peserta dan juga lobby perangkat desa.

Aku baru bisa berangkat sore hari bersama anak-anak PALASE. Langsung checking semua persiapan yang telah dilaksanakan. Alhamdulillah, semuanya kondusif. Peserta dari Banjarnegara dan luar kota sudah mulai berdatangan, panitia yang sudah di lokasi sibuk mempersilahkan peserta mendaftar dan menempati penginapan yang telah disediakan.

Menunggu adalah hal yang sangat membosankan … PC yang berisi data dan perangkat administrasi napak tilas belum sampai ke lokasi. Dari selepas Maghrib aku menunggu hingga akhirnya datang juga pada waktu kurang lebih pukul 21.00 WIB.

Technical meeting dilakukan pukul 21.30 WIB, diikuti oleh perwakilan peserta beregu. Technical meeting membahas tentang kriteria lomba yang akan dilaksanakan pada esok harinya.

Panitia lainnya sibuk mempersiapkan kaos dan co card yang akan dibagikan kepada peserta esok harinya. Aku mempersiapkan administrasi untuk peserta, termasuk pembuatan blangko daftar peserta, blangko penilaian dan juga cetak foto bagi peserta yang masih belum melampirkan foto. Menjelang waktu istirahat, panitia briefing untuk persiapan pelaksanaan kegiatan Napak Tilas Etape I.

Setelah hampir semua panitia terlelap, aku menyiapkan soal untuk kuisoner lomba besok hari (yang ternyata pagi harinya diedit Herman).

After that …. sleep….

Kamis, 24 Desember 2009

Pendaftaran Ulang peserta dimulai pukul 06.30 WIB. Semua peserta mendapatkan fasilitas kaos dan co card. Ternyata banyak pula peserta yang baru mendaftar pada hari ini sehingga pendaftaran harus dibagi menjadi 2, antara pendaftaran ulang dan pendaftaran baru.

Sebelum upacara pembukaan dan perjalanan etape I, seluruh tas dan peralatan peserta dan panitia ‘dilambung’ menggunakan truk panitia, pinjaman dari Dinas Pariwisata yang sudah menemani panitia selama 7 tahun napak tilas di Banjarnegara. Termasuk aku yang setiap acara Napak Tilas hampir dipastikan pasti selalu ikut ‘truk lambung’.

Peserta melaksanakan upacara pembukaan dan START di Lapangan Desa Tunggoro, dengan Inspektur Upacara adalah Kepala Kantor Kesbangpolinmas Banjarnegara (Aris Sudaryanto) dilanjutkan dengan Pemberangkatan Etape I, dengan route: Tunggoro – Sawal.

Di Sawal, panitia menempati Balai Desa Sawal, sedangkan peserta ditempatkan di Aula Pengajian Desa Sawal. Alhamdulillah respon dari penduduk setempat cukup baik, sehingga panitia tidak ‘kapiran’.

Sedikit kecewa pada hari pertama Napak Tilas, anak-anak PALASE yang sudah pada posisi pertama harus tersesat.

Malam hari acaranya adalah semacam penyambutan dari pihak desa dan juga pemberian bantuan bibit ke pihak desa, setelah itu acara pemutaran film perjuangan “Pangeran Diponegoro”.

Setelah perwakilan peserta melakukan technical meeting dan panitia lapangan melakukan rapat untuk ‘advance’ jalur dan pos, aku, Herman dan Feni membuat soal untuk kuisoner lomba esok harinya.

Then…. sleep …..

Jum’at, 25 Desember 2009

Ada kejutan, ternyata Pak Syamsudin, Setda Banjarnegara hadir di lokasi START di Sawal. Beliau menjadi Inspektur Upacara, mengibarkan bendera START dan juga ikut jalan bersama peserta untuk etape kedua, dari Sawal menuju Pagedongan.

Aku dan tim akomodasi sampai di Pagedongan dengan ‘truk lambung’. Penginapan untuk peserta sudah di-plot di Aula Kecamatan, karena pihak desa, (terutama kepala desa ‘PAYAH’). Aku menunggu dari jam 11.00 sampai dengan 13.30, Panitia belum mendapatkan tempat. Baru setelah peserta dating sekitar pukul 13.30 WIB panitia baru mendapatkan ruangan, itu pun karena kami beri tahu bahwa Pak Setda sedang dalam perjalanan.

Ada satu pertanyaan. Menurut Anda, apakah seorang Camat harus meminta ijin pada Ketua RT setempat untuk menggunakan ruangan di Aula Kecamatan yang notabene adalah wilayah kerjanya dan sekaligus juga merupakan Kantor Kecamatan?

Kesulitan di Pagedongan ternyata tidak berhenti sampai disitu saja. Kami sangat kesulitan dalam mencarikan rumah untuk penginapan Tim PMI. Untunglah para peserta yang sudah sepuh sudah mendapatkan tempat menginap berkat jasa Neng Faeni.

Oh iya, nama dukuh/dusunnya adalah Pamrihan (Silahkan artikan sendiri!). Berpengaruh juga kali yee sama tipikal penduduknya!

Selama 6 tahun melaksanakan Napak Tilas, baru tahun ke-7 inilah kami menemui tempat Finish Etape yang PARAH seperti ini. Aneh … tidak ada satu pun perangkat yang ada di desa maupun kecamatan yang welcome dengan kegiatan napak tilas. Hal lainnya, masih banyak? Tidak perlu aku ceritakan disini.

Di sisi lain, Hermansat harus menemani Pak Sekda Banjarnegara jalan di route etape kedua, ditemani oleh Pak Aris Sudaryanto dan Pak Ahmad Fatimi, dengan pengawalan Amin. Sayang hanya sampai Watubelah, coba kalau sampai di Pagedongan….

Alhamdulillah, selepas Maghrib semua peserta dapat masuk ke Pagedongan. Walaupun ada sebagian peserta yang terpaksa ‘ditangkap’ Tim Penyapu.

Praktis, pada malam harinya tidak ada acara apapun. Peserta hanya istirahat di aula kecamatan dan juga ada yang dengan inisiatif sendiri me-lobby rumah penduduk. Panitia secara jemput bola mengecek keadaan peserta (terutama peserta pelajar), serta sekaligus melakukan technical meeting untuk kegiatan esok harinya.

Aku bersama panitia lainnya yang masuk dalam tim penilaian melakukan rekapitulasi penjurian lomba napak tilas sampai menjelang pagi.

Sabtu, 26 Desember 2009

Bangun tidur aku langsung melotot di depan komputer untuk melakukan rekapitulasi penilaian lomba napak tilas. Teman-teman mempersiapkan segala sesuatu untuk hari terakhir, termasuk mempersiapkan suplai makan peserta, persiapan upacara pemberangkatanl, sampai membenahi terpal dan karpet bekas yang telah digunakan peserta untuk tidur.

Pak Sekda ternyata hadir kembali untuk menjadi inspektur upacara dan melepas START Peserta. START hari terakhir ini lebih santai, karena peserta pelajar sudah tidak lagi dalam kondisi lomba.

Aku seperti biasa, tidak pernah ikut jalur. Aku berangkat dengan ‘truk lambung’ ke Pendopo untuk mempersiapkan penyambutan peserta.

Perjalanan untuk hari terakhir kurang lebih hanya 2 jam. Sebelum peserta sampai di Pendopo, diberhentikan di Jalan Pandjaitan (Depan Orbit Distro) kemudian disambut dengan kesenian thek-thek. Setelah semua peserta terkumpul, barulah peserta berjalan menuju Pendopo dengan diiringi thek-thek.

Sepanjang perjalanan para peserta dan panitia igel-igelan. Sebuah hal yang biasa dilakukan setiap tahun di akhir kegiatan napak tilas di banjarnegara, setelah 3 hari menempuh perjalanan yang jauh, untuk membuang lelah dan me-refresh pikiran. Perjalanan melalui Jalan Pemuda, kemudian melewati Tugu Salak, Alun-alun dan Finish di Pendopo Dipayudha Adhi Graha.

Pak Bupati menyambut secara langsung kedatangan peserta napak tilas. Pada napak tilas kali ini tidak seperti napak tilas tahun-tahun sebelumnya, karena baru tahun ini peserta finish langsung di Pendopo. Selanjutnya peserta dan panitia duduk lesehan di Pendopo menghadap 3 buah tumpeng yang disediakan panitia.

Mungkin baru kali ini, Pendopo buat dijogedin orang banyak dengan iringan thek-thek. Semua peserta dan thek-thek pengiring berada di dalam pendopo , lho….

Selepas itu diadakan upacara penutupan dengan inspektur Bapak Bupati. Setelah itu pengumuman lomba, doa dipimpin Pak Bupati dan makan bersama di Pendopo.

Dari semua hal yang telah dilaksanakan seluruh panitia merasa puas. Satu hal yang jadi catatan panitia, PAGEDONGAN.

Terakhir…. Aku bangga. Tidak sia-sia pekerjaan kami selama lebih dari 3 bulan untuk mempersiapkan 3 hari pelaksanaan napak tilas ini.

Hosting dan Domain Baru

Telah mendapatkan hosting baru sekaligus juga domain baru untuk Sekretariat Bersama Pencinta Alam Banjarnegara. Selanjutnya adalah tinggal mengunggah berkas yang sudah tersimpan secara luring agar bisa diakses semua pengguna internet.

Rencana ke depannya adalah untuk menambahkan subdomain dari blog-blog yang telah dimiliki oleh pangkalan-pangkalan pencinta alam yang ada di Banjarnegara, seperti halnya milik PALASE, PATAS, SMABAPALA dan yang lainnya.

Daring dan Luring

Karena situs-ku sedang kondisi luring maka sementara aku menggunakan WordPress untuk menuliskan apa yang ingin aku tuliskan daring.

Tunggu beberapa hari mungkin bisa kembali daring. Sementara ini pinjam komputer jinjing kantor, karena di rumah sedang tidak ada komputer.

Hahaha… bahasanya asing sekali, tapi itulah Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Hosting-ku … Oh Hosting-ku

Setelah hampir 4 Tahun menggunakan hosting gratisan dan nyaman dengan segala pelayanannya. Tak ada angin tak ada hujan, web-ku tak dapat diakses. Begitu juga dengan account FTP-ku. Padahal di hostingku terdapat 4 buah web yang masih aktif, yaitu : web pribadiku, web demo sekolah, web perpustakaan, dan web Sekber.

Alhamdulillah, aku patut bersyukur, semua web-ku di atas sudah aku back up secara offline, sehingga aku bisa aku unggah kembali ke hosting yang baru. Yang sedikit belum ter-backup adalah web Sekber yang baru saja aku update sehari sebelum hosting-ku tidak bisa diakses. (Beruntung selalu sesuai S.O.P. he he he)

Mungkin sekarang sudah waktunya aku untuk menggunakan hosting yang berbayar, setelah selama 4 tahun dimanjakan dengan hosting gratisan. Sekarang tinggal pilih, hosting Indonesia mana yang bagus, ya?

Habis Dibantai

Setelah dibantai habis-habisan di Seminar Proposal Tugas Akhir, akhirnya aku lega.

Banyak sekali kesalahan yang ada di proposalku, terutama dalam hal perumusan masalah. Ternyata perumusan masalah yang aku buat malah tidak menjurus pada apa yang aku presentasikan. Tapi keuntungan bagiku … Setelah mendapat masukan dari dosen pembimbing alias yang membantai aku aku menjadi tambah lega. Karena lingkup pekerjaan Tugas Akhirku akhirnya menjadi semakin menyempit. Dari tadinya harus nggarap satu sekolahan jadi satu komputer, thoq!

Tugas akhirku hanyalah tinggal menginstalasi Freesco dan Mengkomparasikan dengan Depdiknux yang sudah ada di sekolah.

Pakai BlogDesk

Wah … sekarang kirim tulisan di WordPress lebih mudah …

Kita bisa gunakan blogdesk, jadi kita bisa buat tulisan secara offline terlebih dahulu dan kemudian kalau sudah konek internet baru kita posting-kan

Cari software-nya di www.blogdesk.org

Install aja seperti biasa…

selanjutnya tinggal konfigurasi sendiri aja…

Bisa digunakan untuk banyak blog koq … seperti wordpress, blogspot, dll.

Terakhir ….

Makasih Pak Adnan ….

I’m happy now …

Berangkat tanpa target ke Pemalang untuk mengikuti seleksi Kejurnas Panjat Tebing Junior sekaligus Kejurda Jawa Tengah, Tim Panjat Tebing FPTI Banjarnegara berhasil membawa pulang 3 medali emas, 1 perak dan 3 perunggu.

Dengan jadwal latihan yang sangat singkat dengan materi atlet yang benar-benar baru, sungguh itu merupakan suatu prestasi yang membanggakan bagi FPTI Banjarnegara.

Saluut FPTI Banjarnegara

Ujian KKPI Hari Pertama

Wah … hari ini ujian KKPI.

Bareng teman-teman dari ICT Banjarnegara dan Purbalingga, ujian bareng di Lab. Bahasa (????) yang baru en Full Akses internet di ICT Mbanjar.

 Waktu aku ngetik ini …ni… aku baru saja selesai mengerjakan Ujian KKPI Modul 1, 2 dan 3.  En …. tahu nggak aku lulus, euy ….. nilainya lumayan, lah… 100, 86.6 dan 84.

Aku nunggu semua temen-temen lagi selesai nih… sambil iseng-iseng isi wordpress… Aksesornya Pak Irvan dari Wonosobo.

Nanti lagi yach ….

Taman Kanak-kanak atau Taman Kawak-kawak

makan-bareng-bareng.jpg

Beginilah nasib mahasiswa D3 TKJ dari Banjarnegara yang kuliah di ITB. (Institut Teknik Blater)

Kembali ke masa lalu …. kayak anak TK. Ke Kampus bawa bekal dari rumah, trus makan bareng-bareng di lantai II.

Wah … udah mulai nih … kuliah D3 TKJ-nya…. hari-hari tugas melulu.

Kampus baru dan benar-benar baru. Orang Jawa bilang reyen he… he… Kampusnya di Purbalingga, Kec. Kalimanah en Desanya Blater. Kita panggil aja Kampus Blater Tapi sayang susah cari makan dan tempat buat nongkrong.

Akhirnya kami anak-anak TKJ dari Banjarnegara buat inisiatif, bawa makanan dari rumah …

Tak pikir-pikir, jadi kaya anak TK lagi kalo udah ngumpul bareng di lantai 2, makan bekal yang dibawa dari rumah… Lumayan, daripada musti cari makan, tempatnya jauh … itung-itung ngirit lah….

Kuliah minggu pertama bikin mumet, masa full pemrograman dan Bahasa C. belum lagi tugas yang setiap hari bertumpuk … Pak Acep dan Pak Bangun mungkin senyum-senyum aja lihat mahasiswanya pada setresss mikirin tugasnya…

« Older entries